Staf Gedung Putih Sebut Trump Punya Gangguan Perilaku
Eramuslim.com – Staf Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki gangguan perilaku untuk membangkang dan selalu memberontak atau biasa disebut ‘defiance disorder’. Hal itu menyebabkan dia seringkali mengabaikan saran dari penasihatnya.
Trump memiliki suatu kebiasaan di mana saat dirinya dilarang melakukan sesuatu, tetapi dia malah sengaja melakukannya dan membuat para penasihatnya pusing membereskan kekacauan yang telah dibuat Trump.
Sebagai contoh, pada suatu kesempatan Trump pernah menulis di akun Twitternya bahwa pemerintahannya akan melarang para transgender untuk bertugas di militer. Padahal saat itu kebijakan tentang transgender baru akan dibicarakan dan Trump dianjurkan untuk tidak bicara dulu ke ranah publik.
Kepala staf Trump saat itu, Reince Priebus, menerima informasi tentang kicauan Trump di Twitter ketika dirinya akan menghadiri pertemuan untuk membahas masalah tersebut di mana ada empat kebijakan yang akan dipilih nantinya.
Namun karena ulah Trump, maka pertemuan untuk meninjau kebijakan resmi mengenai transgender pun jadi sia-sia.
“Ya Tuhan, dia baru saja men-Tweet ini. Tidak ada lagi kebutuhan untuk menggelar pertemuan ini,” kata Pirebus saat itu, seperti dikutip dari laman Independent, Selasa (23/1).
Pengumuman mengejutkan itu memicu kekacauan dan mendapat kritik dari simpatisan transgender. Akibatnya, para penasihat Trump harus meluruskan masalah ini.
Kejadian tersebut merupakan petikan dari sebuah buku yang ditulis oleh jurnalis Washington, Howard Kurtz. Buku berjudul ‘Media Madness: Donald Trump, The Press, dan The War Over The Truth’ akan dirilis pada 29 Januari.
Perilisan buku tersebut tidak lama setelah jurnalis AS, Michael Wolff, menerbitkan buku berjudul ‘Fire and Fury’. Buku kontroversial itu telah mengguncang penduduk negara tersebut karena berisi sederet fakta tentang Trump yang dinilai tidak layak menjadi presiden Negeri Adidaya.(kl/md)
loading...
Post a Comment