Kyai Didin: Gak Perlu Ada Standarisasi Pendirian Pesantren

Eramuslim – Rencana pemerintah menyusun regulasi tentang standar minimum dan izin pendirian pondok pesantren mendapat penolakan dari Cendikiawan Muslim KH Didin Hafidhuddin. Menurutnya, standarisasi pendirian pesantren dengan dalih mengontrol ideologi ekstrem tidak diperlukan.

Mantan Ketua Baznas ini menolak langkah pemerintah apabila pendirian standar pesantren dilatarbelakangi karena adanya paham ideologi ekstrem. Sebab, selama ini, banyak alumni pesantren yang telah mengharumkan nama Indonesia.

“Jangan lupa pesantren melahirkan tokoh masyarakat, banyak alumni yang punya akar positif terhadap bangsa. Kalau dianggap keras, jangan mengenaralisasi semua pesantren dan watak seseorang,” ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id di Jakarta, Selasa (27/2).

Didin mengatakan, pemerintah tidak perlu menitikberatkan pembuatakan kebijakan standar pendirian pesantren untuk meminimalisasi ideologi esktren. Justru, apabila kebijakan ini terealisasi, maka akan berpotensi menghilangkan daya kreativitas para santri.

“Jika regulasi itu terlalu berat, maka kreativitas akan hilang. Mereka ini para pengabdi tidak digaji juga, ada puluhan ribu santri di Indonesia ini,” ungkapnya. (Rol/Ram)

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.