Kian Liberal, Kini Waktu Penutupan Toko Saat Shalat 5 Waktu di Arab Saudi Diperdebatkan
Eramuslim – Kewajiban menutup toko selama waktu shalat wajib 5 waktu kini menjadi perdebatan di kalangan para pakar di Arab Saudi. Sejumlah pakar menilai, keputusan tersebut harus dipertimbangkan kembali.
Arab Saudi adalah satu-satunya negara Muslim yang mengharuskan semua toko tutup saat waktu shalat. Namun, para pakar mencatat bahwa beberapa pabrik kehilangan banyak uang karena jeda saat operasi berhenti sebanyak lima kali setiap hari.
Sementara itu, di sisi lain, adapula yang bersikeras bahwa pabriknya tidak kehilangan banyak uang dan waktu shalat tidak menimbulkan masalah bagi mereka.

Dr. Fahd Al-Anazi, anggota Dewan Syura Saudi, mengatakan, pertokoan sebaiknya hanya tutup pada saat shalat Jumat. Pada hari-hari lain, mereka tidak diharuskan oleh Syariah untuk melakukannya.
Dia berharap, agar pihak berwenang mempertimbangkan kembali keputusan yang mengharuskan setiap toko tutup pada waktunya setiap waktu shalat. Karena menurutnya, hal itu merugikan ekonomi nasional sebanyak puluhan miliar riyal setiap tahunnya.
“Menutup toko empat atau lima kali sehari, kira-kira satu jam, itu merugikan, secara ekonomi. Selain itu, satu-satunya orang yang mendapat keuntungan dari keputusan ini adalah non-Muslim,” kata Al-Anazi, dilansir dari Saudi Gazette, Rabu (28/2).
Halaman 1 2
loading...
Post a Comment