Harga Minyak Dunia Jatuh ke Posisi Terendah, Tapi di Indonesia BBM Sudah Naik 3X

Eramuslim – Harga minyak merosot lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Kamis (1/3) atau Jumat (2/3) pagi WIB menyentuh posisi terendah dua minggu. Tekanan terhadap harga minyak dunia ini menyusul penurunan Wall Street dan kekhawatiran tentang melonjaknya produksi minyak mentah Amerika Serikat.

Patokan global minyak mentah Brent untuk penyerahan April, turun 1,95 dolar AS menjadi ditutup pada 63,83 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, turun 0,65 dolar AS menjadi menetap di 60,99 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

“Sejak kami mengalami aksi jual ekstrem karena pasar ekuitas beberapa minggu yang lalu, harga minyak tampaknya memiliki sejumlah kecil perhatian pada aktivitas pasar ekuitas dan telah mendapat pengaruh kuat dari dolar,” ujar Matt Smith, direktur penelitian komoditas di ClipperData.

Pasar saham AS turun lebih dari satu persen setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor baja dan aluminium. Dolar AS mencapai level tertinggi enam minggu di awal namun mundur di sore hari, yang menahan kerugian lebih lanjut dalam minyak mentah berjangka. Melemahnya dolar AS dapat mengangkat minyak dan komoditas lainnya yang dihargakan dalam greenback.

“Salah satu hal yang berkontribusi terhadap penguatan pasar (minyak) adalah pelemahan dolar selama beberapa bulan terakhir,” kata Gene McGillian, manajer riset pasar di Tradition Energy di Stamford.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.